Bagaimana Komentar anda mengenai website ini?

The Performing Arts in Jakarta
by: Admin on Oct 4th 2012

PERTUNJUKAN SENI DI JAKARTA

 

Ragam dan daya tarik dari sejarah pertunjukan seni di Jakarta bisa dikatakan sama menariknya dengan sejarah kota Jakarta. Alunan musik dari musisi yang bernyanyi di sepanjang jalan, penari yang mempesona, pertunjukan mengagumkan seperti sulap dan hiburan langsung, dan tidak lupa pertunjukan drama yang mengesankan. Tradisi ini masih bisa kita temui hingga saat ini di daerah pasar dan perumahan. Terutama di Cikini, yang merupakan pusat dari pertunjukan seni di Jakarta.

 

Pada abad ke-17, pertunjukan yang bersifat lebih formal diselanggarakan untuk para pejabat dan personil VOC di sekitar area Pasar Ikan. Dalam Heeren Logement (Tempat Penginapan Pria), seniman dari penduduk setempat dan juga dari Eropa kerap kali menghibur orang Belanda. Orang Belandapun juga mengadakan pertunjukan mereka sendiri, termasuk parodi yang bersifat "nyeleneh". Akan tetapi parodi ini akhirnya dilarang oleh Jenderal Pemerintahan, J.P Coen. Pertunjukan di Pasar Ikan terus berlangsung sampai awal 1800an, ketika teater pertama kali dibangun pada era Weltevreden.

 

Pada zaman moderen, Jakarta sudah menyaksikan pertumbuhan dari beberapa pusat pertunjukan seni yang masing-masing mempunyai karakterisktik sendiri. Beberapa diantaranya adalah Gedung Kesenian, Taman Ismail Marzuki, Institut Kesenian Jakarta, Bharata Theater, Salihara, dan Taman Mini Indonesia Indah.

 

 

Tari

 

Seni tari Jawa berevolusi dari seni tari jawa kesultanan daerah Yogyakarta dan Solo. Tarian klasiknya bisa dibagi menjadi tarian kehormatan dan juga tari tradisional lokal untuk penduduk setempat. Kebanyakan dari tarian yang lebih baru merupakan adaptasi dari variasi tarian klasik. Kemampuan untuk mengontrol semua gerakan merupakan syarat utama bagi penari yang baik. Jari-jari, tangan, lengan, kaki, tapak kaki, lutut dan paha bergerak dan ditahan pada tingkat sudut yang ekstrim, sedangkan bagian pinggul tetap diam tidak bergerak. Melalui perubahan gerakan dan ritme dari penari inilah cerita disampaikan kepada penonton.

 

 

Musik

 

Banyak jenis musik yang saling beradu untuk para pendengar musik di Jakarta. Musik tradisional gamelan dan keroncong juga secara istimewa patut kita sebut. Kata gamelan berasal dari gamel (alat pukul dari kayu). Orkestra gamelan merupakan perpaduan instrumen perkusi dari perunggu yang nantinya akan dipukul menggunakan pemukul dari kayu untuk menghasilkan suaranya. Instrumennya juga disesuaikan dengan skala yang spesifik. Orkestra gamelan yang lengkap terdiri dari gendang, demung-saron-peking, gong, bonang, slenthem, kethuk-genong, gender, gambang, rebab, siter dan seruling.

Kerononcong sendiri mirip dengan gitar kecil dengan 5 senar dan dibuat dengan tiga ukuran dan tingkat nada. Musiknya sendiri merupakan gabungan dari karakteristik Jawa, termasuk irama gamelan, dan juga melodi dan harmoni dari Portugis. Para ahli mengatakan bahwa bentuk seni keroncong mungkin berasal dari Afrika Utara yang kemudian dimainkan di Portugal ketika Moors menaklukan Spanyol dan juga Portugal. Kemudian warga Portugis akhirnya membawa keroncong ke Goa dan Malaka. Setelah direbutnya Malaka pada pada 1641, orang Portugis memperkenalkan musik di pulau Jawa. Dan aliran keroncong yang paling terkenal sekarang adalah Keroncong Moriska.

 

Dua musik instrumen lainnya yang sering dimainkan di Jakarta adalaha Angklung Sunda, yang dibuat dari berbagai macam panjang-tebal bambu, dan digantungkan di bingkai kayu. Satu lagi adalah Kolintang dari Sulawesi Utara, sebuah gambang kayu setinggi meja.

 

Teater

 

Penampilan kesenian teater yang dilakoni oleh aktor bisa berbentuk Wayang Topeng, yang dimainkan oleh aktor mengenakan topeng dan juga Wayang Orang. Setiap daerah mempunyai tipikal dan keunikan topeng sendiri. Topeng Jawa cenderung mirip dengan muka manusia biasa, sedangkan topeng Bali cenderung lebih tidak biasa lagi bentuk mukanya. Di dalam pertunjukan wayang orang, para aktor dan juga penari Jawa merupakan potret dari karakter yang ditemukan di kisah budaya Hindu. Musik gamelan dan dalang mempunyai peran dalam jenis pertunjukan ini. Akan tetapi, dialog antara aktor yang dibawakan dalam bahasa Jawa halus juga memegang peranan penting. Laga spektakular dari rangkaian penampilan tari juga patut diperhatikan. Dalam pertunjukkan yang lengkap, bisa melibatkan sampai 100 orang dan berdurasi dari 6 jam sampai 3 hari. Di Jakarta, beragam tipe pertunjukan wayang kerap kali diadakan di Museum Wayang, Gedung Kesenian, Bahrata Theater, dan Taman Mini Indonesia Indah.

 

 

Full Name :
Email :
Comment :
 

Social Networking


Our Flickr Group


Upload your photos to Flickr and add them to the EnjoyJakarta group

Attractions