Bagaimana Komentar anda mengenai website ini?

by: Admin on May 8th 2012

  INNOFASHION `9th Jakarta Fashion & Food Festival`

Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) kembali diadakan untuk ke-9 kalinya di kawasan Sentra Kelapa Gading pada tanggal 12-27 Mei 2012. Tema JFFF (baca: je ef tri) tahun ini adalah Innofashion, yaitu perpaduan dari katainnovation dan fashion sebagai interpretasi kekayaan budaya Nusantara dalam olah karya mode dan kuliner dengan sentuhan tren gaya hidup terkini.

 

JFFF mulai digelar sejak tahun 2004, dan sejak itu rutin diadakan tiap tahunnya setiap bulan Mei. JFFF lahir dari sebuah idealisme yang diprakarsai oleh PT Summarecon Agung Tbk. bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata DKI Jakarta.

 

Perhelatan akbar mode dan kuliner ini selalu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak yang memiliki kesamaan visi untuk mengangkat citra serta harkat dan martabat Indonesia di kancah internasional melalui sektor bisnis berbasis budaya. Kontribusi besar bagi eksistensi dan kesuksesan JFFF diberikan oleh para mitra yang sangat kompeten di bidang usaha dan profesinya masing-masing. Mereka adalah Martha Tilaar Group, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI), Cita Tenun Indonesia (CTI), Yayasan Batik Indonesia(YBI), Sekolah Mode ESMOD, MRA Media, KOMPAS, Fashion TV, Metro TV, serta harian The Jakarta Post. Sedangkan supporting media partners JFFF adalah HighEnd Magazine, Majalah Food Service, Majalah Her World, Majalah Female & My Trip, Majalah Hangout Jakarta, Majalah Flink, OZ Radio Jakarta, Woman Radio, Mustang FM, Kis FM, MNC Radio (Global dan V Radio), Gen FM, O’channel, Adadiskon.com, Okezone.com, dan Fimela.com.

 

Aneka ragam kegiatan fashionfood, dan entertainment akan digelar selama 16 hari penuh dengan rangkaian program sebagai berikut:

 

OPENING NIGHT

 

Festival akbar yang melambangkan kecintaan akan kekayaan budaya Indonesia ini akan diawali dengan pertunjukan Gading Nite Carnival (GNC) pada tanggal 12 Mei 2012, satu-satunya karnaval yang diselenggarakan malam hari di Indonesia dengan rute mengelilingi kawasan Sentra Kelapa Gading. Tema “Wonderlush” yang menampilkan eksplorasi kekayaan alam dan budaya Nusantara mewarnai GNC tahun ini. Pengunjung akan disajikan atraksi kolosal ratusan peserta karnaval berkostum megah dan mengagumkan, yang diikuti dengan iringan parade mobil hias, penari jalanan, aksi teatrikal, serta permainan cahaya yang atraktif, tak ketinggalan pertunjukan kembang api yang spektakuler.

 

FASHION EXTRAVAGANZA, 14-26 Mei 2012

 

Seiring perkembangan dunia mode di Indonesia yang semakin pesat, maka kaitannya tidak hanya pada kreatifitas pengolahan busana sebagai sebuah karya seni, tetapi juga elaborasi industri yang dicintai masyarakat dan memajukan perekonomian bangsa. Atas dasar pemikiran tersebut, maka program Fashion Extravaganza akan menampilkan koleksi fashion dengan 4 kategori, yaitu:

 

  • Indonesian Label Designer, menampilkan koleksi para desainer Indonesia dengan konsep ready to wear;
  • Indonesian Exclusive Designer, menampilkan koleksi masterpiece dari para desainer Indonesia;
  • Indonesia Fashion Brand, menampilkan koleksi brand-brand terbaik dalam negeri;

Fashion Extravaganza dalam pagelaran busananya akan melibatkan puluhan desainer ternama dengan ragam latar belakang, seperti Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dan Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI), Usaha Kecil dan Menengah (UKM), para desainer muda dari sejumlah sekolah mode di Jakarta, hingga desainer independen.

 

Konsisten dengan tujuan JFFF untuk menyajikan konsep trade show, maka selain pagelaran busana digelar pulaFashion Village sebagai sarana bagi para desainer untuk dapat mengadakan ekshibisi koleksi mereka secara langsung kepada calon konsumen maupun pemerhati mode. Area Fashion Village pada tahun ini akan digelar di koridor Mal Kelapa Gading 3, sehingga masyarakat akan lebih mudah menjumpai koleksi-koleksi para desainer Indonesia, dan bahkan berpeluang untuk bertemu dengan desainer favorit mereka secara langsung.

 

Sedangkan bagi para generasi muda yang tertarik berkecimpung dalam industri fashion melalui dunia modelling, wirausaha, dan kecantikan dapat mengikuti Gading Model Search (GMS) maupun GMS KidsGading Fashion Entrepreneurship Awards (GFEA), dan Gading Beauty Awards (GBA).

 

Apresiasi kepada para tokoh atau pun institusi yang dinilai berjasa dan memberikan kontribusi besar pada perkembangan industri mode Indonesia akan ditunjukkan melalui penghargaan Fashion Icon Awards dalam rangkaian closing show pada hari terakhir program Fashion Extravaganza.

 

FOOD FESTIVAL

 

Tidak hanya dunia mode, tren kuliner di Indonesia juga mengalami perkembangan yang sangat pesat. Bagaimana pun juga, kuliner sebagai bagian dari pangan merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang tak terelakkan. Kaitannya dengan JFFF adalah wujud kreatifitas dalam mengangkat pesona kuliner Nusantara pada tataran lokal maupun global dan mengkombinasikannya dengan citra Summarecon Kelapa Gading sebagai kota sejuta makanan. Oleh karena itu, JFFF akan menampilkan serangkaian program kuliner seperti:

 

Kampoeng Tempo Doeloe (KTD), La Piazza, 11 Mei – 3 Juni 2012

Pesta kuliner yang paling disambut dengan antusiasme besar oleh masyarakat dan selalu dibanjiri ribuan pengunjung setiap harinya. Festival ini selalu ditunggu-tunggu karena sukses membangkitkan kenangan masa kecil dengan makanan lokal yang telah melegenda namun sekarang sangat sulit ditemui. Nuansa retro perkampungan yang bersahaja, lengkap dengan ornamen dan dekorasi unik masih dapat dinikmati pada KTD tahun ini. Dengan tema Oud Batavia, pengunjung dapat menikmati lezatnya berbagai penganan khas tanah air sambil dihibur dengan ornamen serta replika bangunan kolonial dan bersejarah kota Jakarta masa silam yang pernah dikenal dengan nama kota Batavia.    

 

Sesuai dengan temanya, berbagai jenis makanan pengaruh masa kolonial dapat dijumpai di area KTD tahun ini seperti KlappertaartBitterballen, dan PoffertjesKTD juga konsisten menghadirkan puluhan pedagang makanan khas Nusantara yang namanya sudah tak asing lagi di telinga. Empal Gentong Putra Mang DarmaTongseng Pak Budi,Kupat Tahu MagelangSate Padang Mak SyukurGado-Gado DireksiNasi Gudeg Bu TjitroSoto BangkongKue Putu Bambu Medan adalah sebagian pedagang yang ikut serta meramaikan KTD. Selain itu, dapat dijumpai pula aneka jajanan tradisional seperti Otak-otak Petojo, Rujak Juhi Bang Tata, Kerak Telor, Tahu Gejrot, Tauge Goreng, Buah Lontar, dan masih banyak lainnyaHidangan lezat dan berbagai penganan khas tanah air tersebut dapat dinikmati sambil menonton berbagai permainan dan hiburan tradisional istimewa.

 

Wine & Cheese Expo, Multi Purpose Hall (MPH), 11-27 Mei 2012

Bertujuan sebagai sarana pertemuan budaya lokal dan internasional serta menjadi salah satu jembatan komunikasi antar budaya melalui pameran wine dan keju terbaik dari sejumlah negara sahabat, di antaranyaPerancisAustraliaArgentinaChili, dan New Zealand. Untuk memeriahkan acara, maka digelar ragam kegiatan dengan para Guest Master Chef ternama, kemudian free Wine and Cheese Tasting bagi para pengunjung, ada pulaWine Workshop sebagai sarana memperoleh edukasi terkait wineWine DinnerWine & Food PairingPastry Chef ShowCheese Discovery, dan Foodtography Competition.

 

Demikian rangkaian program yang dapat ditemui pada 9th Jakarta Fashion & Food Festival ”Innofashion”. Walaupun diadakan secara reguler, namun pasti akan selalu ada yang berbeda dalam hal kemeriahan dan keunikan JFFF setiap tahunnya. Misi JFFF semakin kukuh wujudnya melalui kolaborasi berbagai institusi dengan beragam latar belakang industri yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama, yaitu agar berbagai produk lokal berbasis budaya dapat diapresiasi dengan baik oleh masyarakat Indonesia maupun mancanegara, sekaligus turut mempromosikan kota Jakarta sebagai salah destinasi wisata belanja sebagaimana kota-kota besar di mancanegara lainnya.

 

 

Tentang Sentra Kelapa Gading :

Sentra Kelapa Gading, sebuah pusat bisnis dan komersial terpadu yang menjadi jantung kawasan Summarecon Kelapa Gading. Dengan luas 20 Ha, menghimpun pusat belanja Mal Kelapa Gading, pusat gaya hidup La Piazza, pusat makanan Gading Food CityApartemen The SummitHarris Hotel Kelapa Gading serta yang segera hadir, Gedung perkantoran Menara Satu. Mal Kelapa Gading sebagai yang tertua di kawasan Sentra Kelapa Gading merupakan pusat perbelanjaan berkonsep Fashion-Food-Entertainment yang didirikan sejak tahun 1990. Kini MKG sudah dibangun hingga tahap 5. La Piazza adalah sebuah Lifestyle Center di Jakarta, khususnya untuk daerah Kelapa Gading dan sekitarnya yang menawarkan fasilitas dining, sports & entertainment. Fasilitas terbaru La Piazzayaitu Alfresco Dining Area, sebuah konsep menikmati santap malam semi outdoor, di mana pengunjung dapat memilih  menu-menu favorit dari tenant-tenant terbaik di La Piazza, mulai dari menu Western, Oriental, cita rasa Indonesia, dan banyak lagi jenis makanan, serta bisa digunakan untuk berbagai kegiatan acara seperti gatheringperusahaan, ulang tahun, reuni, dan lain-lain. Pengunjung pun dapat menikmati makan malam sambil menikmati sajian live music setiap harinya dengan jenis musik yang berbeda mulai dari PopTop 40, Light JazzRock Ballad, hingga Acoustic. Area Gading Food City yang terintegrasi dengan La Piazza pun pun kini bisa diakses dengan mudah melalui area Plaza La Piazza. Segala kelengkapan tersebut diharapkan agar masyarakat luas dapat menikmati fasilitas berbelanja yang lengkap dan terpadu dalam satu kawasan Sentra Kelapa Gading.

 

 

 

 

 

Jakarta, April 2012

Dikeluarkan oleh:

Humas JFFF

PT Summarecon Agung, Tbk.

Telp. (021) 453 - 1101

Fax . (021) 453 - 3433

publicrelation@summarecon.com

by: Admin on Dec 29th 2011


Tingginya animo masyarakat merayakan Tahun Baru di puncak Monas, membuat pihak pengelola Monas membatasi jam kunjungan ke puncak Monas, pada Sabtu (31/12) mendatang, yang sedianya hingga pukul 15.00 menjadi hanya pukul 12.00.

"Pada Sabtu (31/12) mendatang, Monas hanya buka setengah hari atau hanya sampai pukul 12.00 siang. Hal itu dilakukan karena biasanya pada saat menjelang perayaan malam Tahun Baru, pengunjung tidak mau turun karena mungkin ingin merayakan malam Tahun Baru di puncak Monas," kata Rini Hariyani, Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Monas, Selasa (27/12).

Ia mengaku, kebijakan itu dilakukan setiap tahun. Namun, ia mengaku menjelang perayaan malam Tahun Baru nanti tidak ada persiapan khusus yang dilakukan pihaknya. Pengelola, hanya mendapat bantuan pengamanan tambahan dari Polsek Gambir. "Tidak ada persiapan khusus yang dilakukan dalam menyambut malam Tahun Baru nanti. Paling hanya penambahan petugas keamanan. Kami mendapat bantuan pengamanan tambahan sebanyak empat petugas keamanan yang akan berjaga di dalam kawasan Tugu Monas dari Polsek Gambir," jelasnya.

Rini menambahkan, untuk jumlah pengunjung, diperkirakan akan mencapai 17 ribu pengunjung seperti pada hari Natal kemarin, atau terjadi peningkatan hingga tiga kali lipat dari jumlah pengunjung pada hari biasa, seperti hari Sabtu (24/12) lalu, jumlah pengunjung Monas tercatat sebanyak 5-6 ribu pengunjung. Sedangkan pada hari Minggu (25/12), jumlah pengunjung melonjak cukup tajam hingga sebanyak 17 ribu pengunjung. "Sementara kalau hari biasa, jumlah pengunjungnya rata-rata 2-3 ribu pengunjung," tandas Rini
 

by: Admin on Dec 29th 2011


Indonesia merupakan negara yang strategis bagi jalur perdagangan laut sejak zaman dahulu kala. Tak heran, Belanda begitu ngotot menjajah Indonesia agar bisa memonopoli perdagangan rempah-rempah Indonesia. Bahkan, untuk memuluskan praktik monopoli itu Belanda mendirikan VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) atau persekutuan perdagangan Belanda.

Penjajahan Belanda yang berlangsung selama tiga setengah abad memang menyisakan banyak jejak di Indonesia, salah satunya kisah galangan kapal VOC yang dibangun untuk perbaikan dan pembuatan kapal untuk membawa hasil bumi dan rempah-rempah Indonesia.

Gedung Galangan Kapal VOC yang terletak di Jalan Kakap No 1-3, Penjaringan, Jakarta Utara, merupakan bangunan bersejarah yang didirikan para penjajah Belanda sejak tahun 1628. Ketika itu, VOC menjadikan tempat tersebut sebagai galangan kapal-kapal kecil dengan pekerja orang-orang pribumi. "Selain membuat kapal kecil, bangunan ini juga menjadi tempat perbaikan atau dok bagi kapal-kapal besar yang mengangkut rempah-rempah," kata Gatut Dwi Hastoro, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kota Tua, Sabtu (24/12).

Gedung yang dibangun di atas lahan seluas 2.000 meter persegi ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari dua bangunan lainnya yang berada di seberang jalan, yakni Museum Bahari yang dahulunya menjadi gudang rempah-rempah, dan Menara Syahbandar yang dahulunya berfungsi sebagai navigasi kapal-kapal di Pelabuhan Sunda Kelapa. "Galangan kapal VOC merupakan tempat untuk memperbaiki kapal-kapal besar yang memakan waktu berbulan-bulan lamanya," ujarnya.

Berbagai golongan para pekerja berada di galangan kapal ini, seperti bagian pembukuan, pembuat peta, dan pegawai administrasi berasal dari para pekerja pribumi. "Mereka bekerja dan sebagian tinggal di gedung utama bersama dengan pejabat tertinggi di kompleks galangan itu, yakni Equipagemeester atau Commandeur. Pekerja pribumi dipaksa bekerja keras, diberi makanan yang tidak layak, dianiaya dan dihukum berat karena kesalahan atau masalah sepele," ucapnya.

Galangan Kapal VOC merupakan salah satu unsur penting bagi jaringan niaga di dunia. Kapal-kapal berukuran besar dan kecil dari beberapa negara biasa bongkar muat di galangan itu, dan berlayar menyeberangi lautan Pasifik, Hindia serta Atlantik dan singgah di berbagai pelabuhan antara lain Amsterdam dan Nagasaki. "Di kawasan ini juga terdapat Pasar Ikan yang menjadi pusat perdagangan utama di Asia. Bahkan, hampir selama dua abad wilayah ini merupakan urat nadi jaringan perniagaan," paparnya.

Untuk mempertahankan keberadaan bangunan tersebut, pada tahun 1999, gedung Galangan Kapal VOC yang berlantai dua itu, dijadikan sebagai tempat bersejarah, dan untuk pelestariannya, Pemprov DKI Jakarta melibatkan pelestarian cagar budaya tersebut kepada pihak swasta untuk mengelola dan merenovasinya. "Pemerintah pada waktu itu terkendala anggaran untuk merenovasi bangunan, karena merawat bangunan tua biayanya lebih mahal daripada bangunan baru, sehingga pemerintah menyerahkan kepada swasta. Tetapi, kami terus mengawasi dan memantau keberadaan bangunan tersebut," ucapnya.

Bangunan ini memang cukup unik, karena menerapkan perpaduan arsitektur Cina dan Eropa. Selain itu, struktur asli pada bagian jendela, pintu, lantai, dan hiasan dinding lainnya masih dipertahankan. "Pemilik pernah melakukan renovasi pada bagian bangunan yang rusak. Tapi renovasi tetap kami pantau demi mempertahankan nilai sejarah," kata dia.

Menurutnya, keberadaan pihak swasta tersebut dalam mengelola dan merenovasi bangunan bersejarah itu mendapat apresiasi dari Pemprov DKI Jakarta. Sebab, selama hampir 12 tahun bangunan ini dirawat dan dikelola dengan baik oleh pemilik bangunan tersebut. Bahkan, bangunan tersebut dilestarikan dan dimanfaatkan sebagai rumah makan, kafe maupun galeri, sehingga para wisatawan lokal maupun mancanegara tertarik berkunjung ke Galangan Kapal VOC. "Pada dasarnya bangunan itu boleh saja dipakai selama tempat itu bermanfaat untuk hal yang positif. Pihak pemerintah, masyarakat, dan pengelola bangunan juga berkomitmen untuk terus merawat, menjaga, dan melestarikan bangunan bersejarah itu," terangnya.

Sementara itu, Kim (55), Staf Pengelola Gedung Galangan Kapal VOC menambahkan, meski beberapa bangunan ini beralih fungsi menjadi restoran, kafe, galeri, sekolah musik, dan dansa tradisional Cina. Namun, pihaknya tetap menjaga keaslian struktur bangunan tersebut. Sebab, pihaknya ingin mempertahankan nilai sejarahnya yang telah dibangun selama 5 abad ini. "Kami telah dua kali merenovasi bangunan ini, tapi kami juga tetap menjaga keaslian bangunan bersejarah ini," ungkap Kim.

Menurutnya, pada saat akhir pekan cukup banyak wisatawan lokal yang berkunjung di Galangan Kapal VOC untuk sekadar makan atau ngobrol. Bahkan, ada juga wisatawan dari Belanda yang sengaja datang untuk mengenang sejarah bangunan yang didirikan oleh leluhurnya. "Kami setiap hari buka dari pukul 11.00 hingga 18.00, dan libur setiap hari Selasa," tandasnya. 

Page 4 of 5

‹ First  < 2 3 4 5 > 

Social Networking


Our Flickr Group


Upload your photos to Flickr and add them to the EnjoyJakarta group

Attractions